Selasa, 23 Agustus 2016

3 Hal Yang Paling Menentukan Dalam Penyelesaian Sengketa Pemilihan dengan Cara Cepat

Menjadi seorang pengawas pemilu ternyata tidaklah ringan. Banyak kewajiban yang harus dijalankan sebagai bentuk kewenangan seorang pengawas yang diamanatkan dalam undang-undang. Di antara kewenangan tersebut adalah melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan pelanggaran dalam berbagai bentuk pendekatan, menerima dan memproses setiap laporan pelanggaran pemilihan, menerima-memeriksa dan memutus perkara politik uang, melakukan penanganan pelanggaran, dan menerima permohonan dan melakukan penyelesaian sengketa pemilihan. Dengan kewenangan-kewenangan ini maka pengawas pemilu dituntut untuk memahami aturan perundang-undangan serta dituntut mampu melaksanakan tugas dan kewenangan tersebut sebagaimana yang diamanatkan oleh undang-undang. Untuk menjalankan kewajiban-kewajiban tersebut tentunya membutuhkan performa fisik dan mental yang cukup mendukung, karena pekerjaan pengawasan tidak mengenal batas waktu dan batas tempat. Sebagai contoh bahwa dalam kewenangannya menyelesaikan sengketa pengawas pemilu dikenal metode penyelesaian sengketa dengan cara cepat untuk menyelesaikan perselisihan antar peserta pemilihan, misalnya terjadi keadaan dimana dua peserta pemilihan mendapat jadwal kampanye yang sama dalam satu zona di waktu bersamaan. Kondisi ini membutuhkan penyelesaian sesegera mungkin pada saat itu juga ditempat yang disepakati oleh para pihak yang bersengketa. Maka dalam situasi seperti ini ada 3 hal yang harus dimiliki oleh seorang pengawas pemilihan demi tercapainya penyelesaian sengketa, yaitu :
1. Kesigapan
    - Sigap memahami situasi
      Di setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan seorang pengawas selalu dihadapkan dengan situasi yang dinamis. Dinamika inilah yang cenderung menimbulkan resiko konflik antar peserta pemilihan dan tim sukses. Kemampuan seorang pengawas dalam memahami setiap dinamika yang berpotensi konflik atau menimbulkan perselisihan menjadi hal yang penting dimiliki dalam upaya melakukan tindakan preventif maupun antisipatif. Oleh karena itulah seorang pengawas harus memiliki kesigapan untuk cepat memahami situasi di setiap gerak tahapan pemilihan.
    - Sigap koordinasi
Konflik atau perselisihan kerap menimbulkan ancaman terganggunya keamanan, baik keamanan diri maupun lingkungan. Dukungan personil keamanan menjadi standar baku yang tidak bisa diabaikan dalam setiap penanganan sengketa antar peserta. Begitupun dengan kehadiran unsur tokoh netral dalam upaya melakukan langkah persuasif antara pihak yang bersengketa perlu menjadi perhatian untuk dikoordinasikan sebelum menangani sengketa.
    - Sigap aksi
Setelah keadaan dapat dipahami dan dikoordinasikan dengan pihak terkait maka langkah selanjutnya adalah kesigapan seorang pengawas untuk segera beraksi untuk menangani sengketa. 
    - Sigap identitas
Setiap pihak yang bersengketa tentulah mengharapkan ada pihak yang tepat untuk menangani perselisihan yang terjadi. Dalam hal ini panwaslah yang secara resmi diberikan kewenangan untuk itu. Oleh karena itu maka identitas menjadi alat yang penting untuk memperknalkan diri seorang pengawas terutama kepada publik dan secara kusus kepada pihak yang bersengketa.
2. Keberanian
    - Berani mendatangi dan menangani
    - Berani menjadi pengendali
    - Berani menjadi pengambil keputusan
3. Ketepatan
    - Tepat situasi
    - Tepat lokasi
    - Tepat regulasi
Bila hal ini luput dari tindakan yang dilakukan oleh seorang pengawas pemilihan maka akan menimbulkan resiko kegagalan dalam penyelesaian sengketa bahkan bila ketiga-ketiganya tidak muncul dalam diri seorang pengawas maka bisa dipastikan resiko terburuknya adalah berakhir 'gatot' alias gagal total.