Cari

11 Juni 2018

Khutbah Idul Fitri 1439 H :

DUA URGENSI RAMADHAN
DALAM MEWUJUDKAN WIHDATUL UMMAH

Oleh : Nanang Masaudi



الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ .صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
, أَمَّا بَعْدُ
فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Ma’asyiral muslimin wal muslimat rahimakumullah!
Gema takbir dan tahmid terus bersahutan sejak maghrib hingga pagi ini sebagai bentuk ekspresi kesyukuran dan kemenangan. Kemenangan iman atas hawa nafsu yang cenderung melahirkan perilaku buruk manusia, seperti amarah, dendam, bakhil, tamak, iri dan dengki. Rasa syukur pula nampak menghiasi hari kemenangan di Idul Fitri ini atas nikmat libasut taqwa (pakaian taqwa) yang menjadi hadiah terbaik dari bulan Ramadhan.

17 Mei 2018

SINERGI NASIONAL MENUJU KESERENTAKAN PEMILU

Oleh : Nanang Masaudi
Penulis adalah Aktivis Sosial - Keagamaan dan Pemerhati Politik

       Penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu telah terbukti selalu sukses menyelenggarakan pemilihan umum dalam berbagai event pelaksanaan demokrasi baik di tingkat daerah maupun secara nasional. Dengan tingkat kompleksitas prosedural dan elektoral yang sangat crowded dibandingkan dengan negara-negara demokrasi yang besar seperti Amerika dan India, maka KPU dan Bawaslu perlu diapresiasi setinggi-tingginya karena keberhasilan tersebut. Akan tetapi sukses penyelenggaraan pemilu tentu saja tidak hanya sekedar berbicara soal penyelenggaraan teknis dan administrasi elektoral semata. Perwujudan kedaulatan rakyat dalam setiap suksesi politik perlu memperhatikan aspek-aspek substantif dalam demokrasi serta kualitas dan hasil penyelenggaraan pemilu yang legitimatif.

04 April 2018

SINGGASANA SANG SUAMI


Singgasana KEHORMATAN seorang suami, kokoh di atas 4 penopang dari isterinya, yaitu : 
1. Ketaatan, 
2. Kesetiaan, 
3. Pengabdian, dan
4. Kecintaan. 

Satu bentuk kedurhakaan seorang isteri telah cukup menggoyahkan singgasana itu. Ketahuilah, suami bagaikan raja yg memiliki orang dekat kepercayaan.

03 April 2018

GAGAL FOKUS TERHADAP KENIKMATAN


Orang yang tidak menyadari bahwa badan yang sehat, pikiran yang tenang, serta memiliki kesempatan berbuat baik itu adalah sebuah KENIKMATAN hingga lupa untuk bersyukur, itu karena dia terlalu fokus pada UANG. Padahal dengan 1 milyar rupiahpun belum tentu dia dapat membeli kenikmatan -kenikmatan itu.


Suami yang tidak menyadari bahwa isterinya yang rajin memasak, pandai menjaga harta suaminya, dan selalu menyambutnya dengan hangat di pintu rumahnya, menanti penuh mesra di pintu kamarnya dan  melayani dengan tulus di dapurnya itu adalah KENIKMATAN, hingga suami luput memberi perhatian tulus, maka itu karena dia terlalu fokus pada FISIK dan KECANTIKAN. Padahal kecantikan itu suatu saat sirna dan berganti keriput dan ketuaan.

Isteri yang tidak menyadari bahwa suami yang penyabar dan setia itu adalah sebuah KENIKMATAN hingga dia lalai memberi pelayanan dan penghormatan yang tulus , itu artinya dia terlalu fokus pada EGO dan KESENANGAN-nya sendiri. Padahal di mana-mana dia selalu melihat suami-suami yang mengkhianati dan menyia-nyiakan.

Mereka yang tidak menyadari bahwa sahabat-sahabat yang setia, keluarga yang perhatian, tetangga yang ramah, dan kerabat yang peduli itu adalah sebuah KENIKMATAN hingga mereka gagal merasakan kepuasan, itu karena mereka terlalu fokus pada PANGKAT dan KEDUDUKAN. Padahal setinggi apapun kedudukan mereka pasti bakal jatuh juga.